Audiensi KAHMI dan HMI Disambut Baik Bupati Lahat

Berita Lahat,Bukit Besak News-Audensi Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lahat dengan Bupati Lahat Bursah Zarnubi di Rumah Dinas Bupati Lahat, Jum’at malam (23/02).

Audiensi tersebut dihadiri Bupati Lahat Bursah Zarnubi, jajaran KAHMI dari berbagai daerah seperti Jakarta, Lampung, Palembang, Lubuklinggau, Pagaralam dan Lahat. Turut hadir Ketua KAHMI Cabang Lahat Jhonie Tupangga, SE, pengurus HMI Cabang Lahat, serta HMI Komisariat (KOMSAT).

Dalam sambutannya, Bupati Lahat Bursah Zarnubi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan KAHMI dan HMI Cabang Lahat. Ia menegaskan bahwa HMI merupakan organisasi yang terbuka sebagai tempat belajar, pembinaan kader, serta penguatan nilai-nilai perjuangan.

“Terima kasih sudah berkunjung. HMI adalah tempat belajar, tempat membina diri agar menjadi kader yang kuat dan teguh. Jangan pernah melupakan tujuan dasar HMI,” ujar Bursah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bursah Zarnubi yang juga merupakan alumni HMI sejak era 1980-an, menegaskan bahwa HMI adalah wadah kaderisasi yang tidak bisa dilepaskan dari denyut kehidupan masyarakat.

Menurutnya, HMI harus senantiasa peduli, terlibat, serta menjadi garda terdepan dalam menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

“HMI dibentuk tidak boleh dipisahkan dengan masyarakat. Ia mesti peduli, mesti terlibat, dan apa yang dilakukan masyarakat harus berdenyut di jantung HMI. Dari sinilah lahir pemimpin dan pemikir. Maka kader HMI harus bergerak di kampus masing-masing untuk menggerakkan cita-cita organisasi, sekaligus menjadi teladan intelektual bagi mahasiswa lain,” ungkap Bupati.

Ia menekankan bahwa HMI merupakan wadah pembelajaran berkelanjutan. Melalui proses latihan kader, mahasiswa ditempa agar memiliki sensitivitas sosial sekaligus kemampuan intelektual.

Dalam konteks perkembangan zaman yang penuh tantangan, mulai dari derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, hingga degradasi moral generasi muda, HMI dituntut untuk hadir sebagai motor penggerak perubahan.

“Mahasiswa tidak boleh hanya berpuas diri dengan status akademis, tetapi harus mampu berkontribusi nyata di kampus maupun masyarakat. HMI harus menjadi pelaku utama dalam membangun bangsa, bukan sekadar penonton,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bursah mengingatkan pentingnya integrasi kecerdasan intelektual, spiritual, dan moral dalam diri setiap kader.

Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan tanpa akhlak akan melahirkan generasi yang rapuh, sementara religiusitas tanpa daya intelektual hanya menjadikan mahasiswa pasif dan tertinggal.

“Kader HMI harus mampu membaca buku sekaligus peka membaca realitas sosial. Mereka harus kritis terhadap kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, peduli pada kemiskinan, lingkungan, dan pendidikan, serta berani menawarkan solusi. Inilah makna insan akademis sejati,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejarah panjang HMI yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa merupakan bukti nyata keberhasilan proses kaderisasi. Oleh karena itu, kader HMI saat ini dituntut untuk melanjutkan tradisi perjuangan tersebut dengan memperjuangkan kepentingan umat dan bangsa, serta tetap menjunjung tinggi nilai keislaman dan keindonesiaan.

“Masa depan bangsa ini salah satunya ditentukan oleh kualitas kader-kader HMI hari ini,” pungkasnya.
 

penulis (a, y) 

Redaksi
521

Featured News

Official Support

Letnan Marzuki RT.001 / RW. 001 Talang Jawa Selatan Lahat, Kab Lahat Sumatra Selatan

081278607400

BukitBesakNews@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Bukit Besak News All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer