Jakarta, Bukit Besak News - Aksi damai GRPK-RI Jilid 3 di depan kantor Kementrian Dalam Negeri hari ini tanggal 14 Maret 2024 langsung dibuka oleh orator aksi Saryono Anwar,Se, Wiranto, Azhari, Alfayed, Patria, Syahril dan ketua umum ormas GRPK-RI Deddi fasmadhy satiadharmanto, S.AP, M. AP, CAM, CPM, CPAdj masa Aksi tetap tertib dan aman walaupun di guyur hujan deras masa aksi tetap bertahan yang mana tuntutan aksi hari ini sama seperti tuntutan awal meminta kepada bapak Presiden RI Bapak Joko Widodo agar segera membentuk team investigasi pemeriksaan pejabat di Kemendagri yang diduga ada praktek korupsi kolusi dan nepotisme terkait penunjukan Pj Bupati seluruh Indonesia wabil khususnya Pj Bupati Lahat Muhammad Farid yang di duga keras tersandung pemberian uang yang cukup fantastis yang orang di dalam Kemendagri mengatasnamakan Mentri Dalam Negeri untuk memberikan uang agar dirinya bisa menjadi Pj Bupati Lahat tahun 2024. Kata sang orator aksi
Dan menurut Saryono Anwar sang orator aktivis Sumsel menyampaikan bahwa semenjak PJ Bupati Lahat Muhammad Farid menjabat banyak sekali dugaan pelanggaran hukum seperti Tidak netral nya waktu pemilu yang lalu memihak ke salah satu partai dan Tidak menjalankan perintah undang-undang tentang petikan dan keputusan Mahkamah Agung RI tentang ijazah palsu Kepala Desa Sugihwaras kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan atas nama MUHAR.
lanjut kata Saryono Anwar diduga bahwa Pj Bupati Lahat Muhammad Farid ada main mata dengan pihak Kementrian Dalam Negeri karna sampai sekarang belum ada proses. Tegas saryono
Masa langsung dibubarkan oleh sang orator aksi dan tidak percaya lagi dengan Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia.
" Habis membubarkan diri ,Tutup," Saryono Anwar diduga Pj Bupati Lahat sudah di panggil, di Evaluasi oleh Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia.
(Tim)
Letnan Marzuki RT.001 / RW. 001 Talang Jawa Selatan Lahat, Kab Lahat Sumatra Selatan
081278607400
BukitBesakNews@gmail.com
Copyright © 2020 Bukit Besak News All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer